PROKLAMASI

PROKLAMASI
INDONESIA

Minggu, 21 November 2010

Tentang Calciopoli Jilid 2

Inilah Bukti Baru Calciopoli

Dalam transkrip hasil penyadapan telepon yang terjadi pada 11 Februari 2005 silam, Sportmediaset.it, Minggu (11/4/2010) melaporkan bahwa telah terjadi pembicaraan antara Facchetti dan Pairetto yang tengah berencana mengatur pertandingan Coppa Italia.

Pairertto: “Nanti saya akan berbicara lagi dengan Anda, tapi ingatkan ya. Anda tahu hal ini bersifat rahasia, tak ada satupun yang tahu tentang ini…”

Facchetti: “Iya, iya, saya setuju.”

Pairetto: “Ini hanya tentang kita.”

Dalam transkrip lain yang dipublikasikan Il Secolo XIX, tertanggal 10 Januari 2005, Bergamo berbicara dengan Moratti dan memberitahunya bahwa ia telah menunjuk wasit dan ofisial yang bagus untuk memimpin jalannya pertandingan Inter kontra Bologna di Coppa Italia. Dalam pertandingan tersebut, Inter pun menang 3-1.

Bergamo: “Melihat tak adanya drawing (undian) untuk menunjuk wasit, tapi semuanya telah diatur. Saya telah menunjuk Gabriele, dan dia akan didampingi dua asistennya yang juga sangat bagus…”

Moratti: “Oke..”

Bergamo: “Kami ingin memberikan Anda pemandangan yang bagus (soal hasil pertandingan)…”

Moratti: “Iya, iya…”

Bergamo: “Facchetti mengatakan ‘iya, kami setuju..”

Moratti: Oke, Rabu nanti saya akan ke sana dan menemuinya sebelum pertandingan.”

Bergamo: “Dia akan senang dengan hal ini.”

Moratti: “Saya akan pergi ke sana dan mengatakan halo.”

Moratti: “Dia akan sangat senang bila Anda menyapanya (Facchetti).”

Moratti: Terima kasih. Rabu nanti saya akan datang, dan jika dibutuhkan, saya akan pergi menemuinya sebelum pertandingan.”

Menurut transkrip lain yang diekspos Il Corriere dello Sport, Bergamo Bergamo membicarakan hasil 1-1 antara Inter lawan Chievo Verona dengan Facchetti. Mereka juga membicarakan gol Christian Vieri (masih berkostum Inter) yang dianulir oleh hakim garis Ricci. Bergamo berjanji, hal tersebutr takkan terulang karena dia yang akan menentukan wasitnya.

Bergamo: “Hai Giancinto (Facchetti).”

Facchetti: “Hai Paolo, saya ingin menyapa Anda sekaligus menganalisa apa yang terjadi pada pertandingan Minggu, kemarin. Saya tidak tahu bila Moratti datang dengan cerita wasit seperti ini.”

Bergamo: “Tidak, tapi jangan khawatir, presiden (Moratti) hanya ingin berbicara dan itu dilakukan karena ia merasa perlu membicarakanya.”

Facchetti: “Iya, tapi itu Ricci yang membuat kesalahan. Dan Paparesta (wasit) membuat keeputusan (membatalkan gol Vieri).”

Bergamo: “Tapi, saat presiden bersikukuh dia benar, dia tidak memberikan alibi yang tepat untuk sang pemain (Vieri).”

Facchetti: “Ya, benar, itu faktanya.”

Bergamo: “Mengerti? Apa yang bisa dilakukan Paparesta? Ricci melakukan kesalahan… faktanya, Paparesta memimpin laga dengan baik. Dia telah mempersiapkan pertandingan dengan baik, tapi sayangnya…”

Facchetti: “Tak ada, kami memiliki Palanca (wasit) malam ini.”

Bergamo: “Anda akan melihat, dia akan memimpin pertandingan. Tunggu dan lihat saja, ini akan menjadi pertandingan bagus.”


Inter Milan mulai tersudut dalam kasus Calciopoli yang belakangan kembali dibuka. Ketua pengatur wasit Paolo Bergamo menyatakan dengan tegas bahwa selama ini Nerazzurri menyembunyikan barang bukti berupa rekaman percakapan telepon.

Bergamo bahkan mengatakan kalau La Beneamata adalah klub yang paling sering menghubunginya saat itu. Jadi, menurutnya pengadilan telah salah menghukum Juventus serta mantan direktur olahraga Luciano Moggi hanya berdasarkan sebuah hasil rekaman pembicaraan saja.

“Ketika itu FIGC berusaha menciptakan situasi kondusif buat para wasit. Kami diberikan telepon dan nomornya disebar kepada seluruh klub agar bisa saling menghubungi.

“Namun saat itu kami dibilang terlalu banyak bicara. Berbeda dengan sekarang dimana semua orang menganggap kami lebih suka bungkam.

“Asosiasi wasit meminta kami jangan banyak bicara, tapi tidak ada yang suka cara itu.

“Saya pikir mereka ingin menghadirkan iklim sejuk buat wasit sebelum pertandingan.

“Pada saat Calciopoli mencuat, mereka hanya menunjukkan sebuah bukti yang melibatkan saya dan Moggi. Sementara yang lain disembunyikan.

“Tapi, sekarang saya harus bicara kepada semua. Saya sering bicara dengan Inter karena mereka jarang meraih kemenangan dan selalu saja mengeluh,” jelas Bergamo

INTER SOK SUCI,TAPI JUSTRU PALING KOTOR!!
HUKUMAN APA YANG PANTAS UNTUK MEREKA?

Thiago Silva : ACMILAN Adalah Pilihan Hatiku !

Ibra Menangkan Milan Lagi
Zlatan Ibrahimovic kembali menjadi pahlawan AC Milan. Setelah pekan lalu membawa klubnya menundukkan Inter Milan, kali ini gol tunggal Ibra membawa Rossoneri mengatasi Fiorentina 1-0.

Gol Ibrahimovic menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam duel yang dipanggungkan di Stadion San Siro, Minggu (21/11/2010) dinihari WIB tersebut. Gol itu hadir saat babak pertama tinggal berusia semenit.

Kemenangan 1-0 atas Fiorentina ini membuat Milan kokoh berdiri di puncak klasemen Seri A. Pasukan asuhan Massimiliano Allegri itu mengumpulkan 29 angka dari 13 laga, unggul empat poin dari Lazio yang punya satu pertandingan di tangan.

Jalannya pertandingan
Baru dua menit pertandingan berlangsung, Milan langsung menggebrak. Bek Daniele Bonera yang maju menyerang melepas tembakan yang memaksa kiper Fiorentina, Artur Boruc, menjatuhkan badan buat menepisnya.

Fiorentina memberikan ancaman balasan lima menit kemudian. Tendangan bebas Gaetano D'Agostino dengan indah melewati pagar hidup pemain Milan, tetapi kiper Christian Abbiati masih sigap menepis dengan satu tangan.

Jual beli serangan terus terjadi. Di menit 29, Clarence Seedorf melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola tidak berhasil merobek jala Fiorentina karena Boruc sigap bergerak ke kiri menolaknya.

Pada menit 41, Milan sebenarnya berhasil menyarangkan bola ke gawang La Viola, tetapi karena Robinho yang mencetak gol itu sudah off-side, maka gol tersebut pun dianulir.

Saat laga memasuki menit 44, Milan memetik gol. Mendapat umpan dari sisi kanan lapangan, Ibra yang membelakangi gawang melakukan tendangan salto buat mencetak golnya.

Di babak kedua, tepatnya di menit 57, Milan nyaris menggandakan keunggulannya. Namun kali ini tandukan Alessandro Nesta yang berdiri bebas jatuh tepat di pelukan Boruc. Skor tetap 1-0 buat Milan.

Dari satu tendangan sudut yang diperoleh Milan di menit 66, bola ditujukan kepada Thiago Silva yang berdiri di luar kotak penalti. Silva menendang dan bola menubruk tiang Boruc.

Fiorentina punya kans menyamakan kedudukan di menit 83. Aksi Alberto Gilardino melewati Nesta di garis gawang dilanjutkan dengan sodoran kepada Adem Ljajic. Gol tidak tercipta karena sepakan Ljajic ditepis Abbiati.

Hingga waktu yang ada habis, tidak ada gol tambahan dari kedua kesebelasan. Milan pun tetap berhak atas kemenangan 1-0 mereka.

Susunan pemain
Milan: Abbiati; Bonera, Silva, Nesta, Zambrotta; Gattuso, Ambrosini, Seedorf (Ronaldinho 86), Flamini; Robinho (Boateng 77), Ibrahimovic

Flamini Merasa Bagian Milan

MILAN - Setelah dua tahun bermain di Serie A, Mathieu Flamini akhirnya bisa merasa bagian dari AC Milan. "Kini saya merasa telah bisa menyatu dengan tim, kendati musim ini saya terlambat mengawalinya akibat cedera," kata mantan pemain Arsenal itu.
Flamini sempat dikabarkan menyesal meninggalkan Arsenal, dan merumput di klub kelahiran keluarganya. Ia membantah kabar itu, dengan terus berusaha keras untuk menjadi bangian inti I Rossoneri. Sepanjang musim ini, Flamini baru tampil delapan kali.
Ia diuntungkan oleh keputusan pelatih Max Allegri untuk menggunakan tiga gelandang bertahan. "Tahun pertama adalah masa transisi, kendati saya bermain lebih dari 35 kali. Sedangkan tahun lalu Leonardo tidak memberi saya banyak kesempatan untuk memperlihatkan kualitas," kata Flamini kepada Corriere dello Sport.
"Kini siapa pun bisa melihat saya banyak berlaga," lanjutnya. Ketika ditanya apakah dirinya menyesal meninggalkan Arsenal, Flamini mengatakan; "Tidak. Saya pindah ke salah satu klub terbesar di muka bumi." Ia juga senang bisa memiliki kesempatan bermain dengan sejumlah nama besar; Paolo Maldini, Andrei Shevchenko, dan Ricardo Kaka.
Bahkan ia merasa kualitasnya meningkat pesat sejak di Milan. "Setiap pagi saya bangun dan merenungkan Scudetto, dan trofi Liga champions," demikian Flamini. "Final Liga Champions tahun ini berlangsung di London, saya berharap kembali ke London dan memenangkannya," pemain asal Prancis itu mengakhiri.

Thiago Silva: Milan Adalah Pilihan Hatiku!

MILAN - Meski masih tergolong baru dalam skuad AC Milan, Thiago Silva mengaku sudah jatuh hati kepada klub pemilik trofi Liga Champions terbanyak di Italia.
Untuk bisa mengenakan kostum I Rossoneri, bek timnas Brasil ini bahkan rela mengabaikan sejumlah tawaran menarik dari klub elit Eropa lainnya. Silva, yang bergabung dengan Milan pada pertengahan musim 2008/2009 mengaku bila dirinya sempat mendapat tawaran menarik dari dua klub kaya, Real Madrid dan Inter Milan.
Namun, karena memang sudah terlanjur cinta kepada Milan, Silva rela menolak tawaran kedua klub tersebut yang mungkin akan membuat pundi kekayaan Silva lebih tebal dari yang didapatnya di Milan.
“Real Madrid? Benar. Untuk kasus ini, saya menolak Madrid karena istri saya tidak mengijinkan. Dia lebih suka bila saya memilih gabung ke Milan,” kenang Silva seperti dilansir Il Corriere dello Sport, Jumat (19/11/2010). “Saya memang menyukai Milan, begitu juga dengan putra saya. Sebelumnya, saya memang sempat mendapat tawaran lain.
Sebelum Milan, Inter sempat melakukan kontak. Tapi, setelah beberapa waktu berselang, saya tak pernah lagi mendengar kelanjutan kabarnya. Jadi, saya putuskan bergabung dengan Milan,” tandasnya. Selain karena faktor pilihan hati, keputusan Silva memilih Milan sebagai pelabuhan karirnya tak lepas dari sosok duo bek legendaris Milan Alessandro Nesta dan Paolo Maldini. Mantan bek Fluminense ini mengaku sangat mengidolakan dan berharap bisa mengikuti jejak kedua pemain tersebut.
“Saya berharap bisa bertahan selama mungkin di sini. Saya bahkan siap menunjukkan loyalitas dan bermain hingga 40 tahun seperti Maldini,” lanjut bek 26 tahun ini. “Saya memiliki hutang dengan Maldini dan Sandro (Nesta).
Selama di Milan, mereka selalu memberikan saya masukan yang berharga. Kini, bisa bermain di samping Nesta membuat saya jauh lebih baik,” imbuhnya. “Sementara untuk Maldini, dia selalu menjadi pantutan saya,” tutup bek pemilik nama lengkap Thiago Emiliano da Silva ini.

"Duet Balotelli-Ibra Bakal Kuat"

MILAN – Mario Balotelli ketahuan saat tengah makan malam dengan Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani. Disebut-sebut keduanya melakukan negosiasi soal kemungkinan Balotelli berganti kostum musim depan. Rumor kepindahan Balotelli ke Milan bukan berita baru.
Isu ini sudah berhembus sejak musim lalu, ketika hubungannya dengan Jose Mourinho (pelatih Inter ketika itu) memanas. Balotelli sendiri memang mengaku sebagai Milanisti. Bahkan, dia pernah tertangkap kamera memakai jersey Milan di sebuah kesempatan. Saat isu ini kembali menyeruak, Balotelli angkat bicara. Boleh dibilang pernyataannya abu-abu.
Meski menegaskan bakal bertahan dengan Manchester City, striker 20 tahun tak menutup rasa rindunya kembali berduet dengan Zlatan Ibrahimovic. “Sampai Juni saya yakin akan di City. Saya terikat kontrak lima tahun dan tak bisa mengatakan apa pun saat ini,” tegas Balotelli, dilansir Football Italia, Kamis (18/11/2010).
“Benar saya makan malam dengan Galliani setelah derby, tapi apa artinya? Jika saya makan malam dengan Massimo Moratti apakah berarti saya akan kembali ke Inter?” jelasnya, ketika ditanya soal makan malam selepas Derby della Madonnina akhir pekan kemarin.
“Apa yang saya pikirkan tentang Ibra? Ah, Ibra dan saya akan menjadi pasangan yang sangat kuat,” pungkas Balotelli, seolah mengisyaratkan kerinduannya kepada bekas rekan setim di La matalosoex.
 

Janji Setia Ibra di Milan

MILAN – Zlatan Ibrahimovic belum genap semusim berseragam AC Milan, tapi striker baru Rossoneri itu sudah menyatakan kerasan dan ingin terus berkarier di San Siro. Ibra datang ke Milan dari Barcelona dengan status pemain pinjaman.
Striker asal Swedia ini sudah membuktikan kualitasnya bersama Rossoneri, dan tampaknya kubu Milan tidak akan segan untuk membuat permanen kontrak Ibra. Bila dipatenkan, maka kontrak striker 29 tahun ini bersama Milan kemungkinan akan habis pada 2014, atau empat musim mendatang.
Ibra menyatakan dirinya berencana pensiun selepas dari Milan. "Milan akan menjadi klub terakhir saya, setelah itu saya akan meninggalkan duna sepakbola," tutur Ibra pada aftonbladet, Rabu (17/11/2010). Sepanjang karirnya sebagai pesepakbola, Ibrahomovic sudah enam kali berganti klub.
Memulai karier di Malmo, lalu berkembang dengan Ajax Amsterdam, diboyong ke Serie A oleh Juventus, diboyong Inter kemudian pindah ke Barcelona dan kini berseragam AC Milan.

Balotelli Ingin Duet Bareng Ibra

MANCHESTER - Striker Manchester City, Mario Balotelli, mengaku ingin kembali bermain bersama sahabatnya, Zlatan Ibrahimovic. Bagi Balotelli, tak peduli di klub mana, yang penting ia ingin Ibra menjadi tandemnya lagi. Balotelli pernah berduet bareng Ibra saat sama-sama masih membela Inter Milan.
Keduanya menjadi dekat karena kekaguman satu sama lain. Balotelli yang masih sangat muda terkesan dengan Ibra yang saat itu merupakan ikon Inter. Adapun Ibra sering memuji Balotelli karena bakat emas yang dimiliki pemain 20 tahun tersebut. Kini, keduanya telah berpisah. Meski demikian, hubungan mereka tetap terjalin erat.
Balotelli datang saat Ibra bermain di partai derbi, akhir pekan lalu. Ia berada di bangku penonton dan melihat sahabatnya itu tampil memukau dengan mencetak gol penentu kemenangan Milan. "Aku ingin bermain bersama Ibra. Aku harap ini bisa terwujud. Aku ingin kembali bermain bersamanya, tak peduli di klub mana," kata Balotelli kepada La Gazzetta dello Sport.
Statement "Super Mario" ini semakin memanaskan spekulasi bahwa ia ingin pindah ke Milan. Perlu diketahui, Balotelli pada Senin lalu melakukan makan malam dengan Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani. Meski agen Balotelli, Mino Raiola, telah membantahnya, media-media Italia yakin perpindahan Balotelli bakal terjadi.
Selain itu, sejak kecil Balotelli juga pengagum Milan. Bahkan, saat bersama Inter, dia pernah menunjukkan seragam Milan. Faktor Raiola yang memiliki hubungan baik dengan Milan bisa sangat menentukan.
Sebelumnya, Raiola juga sukses memindahkan kliennya yang lain, Ibra, ke San Siro. Belum lagi ditambah fakta Milan sedang memburu striker baru karena Fillipo Inzaghi menepi hingga akhir musim. Jadi, kita tunggu saja apa yang akan terjadi.

Bendtner Masuk Radar Milan

MILAN – Badai cedera yang menghantam Nicklas Bendtner membuat pemain asal Denmark itu kehilangan tempat di tim inti Arsenal. Mencermati situasi tidak bersahabat ini, AC Milan dikabarkan coba mengintip peluang emas untuk membawa pemain muda usia itu dari Emirates Stadium.
Menurut berita yang dilansir Goal.com (Selasa 16/11/10), kemungkinan besar Bendtner diproyeksikan menggantikan posisi Fillipo Inzaghi yang sudah termakan usia. Super Pippo kini berusia 37 tahun dan sedang dibekap cedera.
Niat tim kota mode untuk merekrut Bendtner pun mungkin saja terwujud melihat frustasti mendalam yang dirasakan Bendtner lantaran minimnya kesempatan yang diberikan Arsene Wenger untuk menghuni tim regular Arsenal.

Milan Siapkan €15 Juta Buat Alessandro Matri

MILAN - Il Corriere dello Sport melaporkan pelatih AC Milan Massimiliano Allegri kini tengah mempertimbangkan untuk memboyong striker Cagliari Alessandro Matri ke San Siro.
Sang pelatih kabarnya telah meminta disediakan dana sekitar €15 juta kepada CEO Milan Adriano Galliani untuk bisa mewujudkan keinginannya mendapatkan Matri.
Allegri yang kini telah membawa Milan menguasai singgasana Serie A Italia berharap bisa mendapatkan lagi tambahan striker menyusul cedera yang kini dialami oleh Filippo Inzaghi.
Allegri sendiri telah mengetahui dengan sangat baik kemampuan Matri. Ia sebelumnya pernah melatih pemain berusia 26 tahun tersebut selama dua tahun saat berada di Cagliari.
 

Kamis, 18 November 2010

SHALAHUDDIN AL-AYYUBI, Panglima Perang Pahlawan Kaum Muslim



SULTAN SALAHUDDIN AL-AYYUBI (1137-1193) atau SALADIN (versi Barat), Namanya telah terpateri di hati sanubari pejuang Muslim yang memiliki jiwa patriotik dan heroik, telah terlanjur terpahat dalam sejarah perjuangan umat Islam karena telah mampu menyapu bersih, menghancurleburkan tentara salib yang merupakan gabungan pilihan dari seluruh benua Eropa.

Konon guna membangkitkan kembali ruh jihad atau semangat di kalangan Islam yang saat itu telah tidur nyenyak dan telah lupa akan tongkat estafet yang telah diwariskan oleh Nabi Muhammad saw., maka Salahuddinlah yang mencetuskan ide dirayakannya kelahiran Nabi Muhammad saw. Melalui media peringatan itu dibeberkanlah sikap ksatria dan kepahlawanan pantang menyerah yang ditunjukkan melalui “Siratun Nabawiyah”. Hingga kini peringatan itu menjadi tradisi dan membudaya di kalangan umat Islam.

Jarang sekali dunia menyaksikan sikap patriotik dan heroik bergabung menyatu dengan sifat perikemanusian seperti yang terdapat dalam diri pejuang besar itu. Rasa tanggung jawab terhadap agama (Islam) telah ia baktikan dan buktikan dalam menghadapi serbuan tentara ke tanah suci Palestina selama dua puluh tahun, dan akhirnya dengan kegigihan, keampuhan dan kemampuannya dapat memukul mundur tentara Eropa di bawah pimpinan Richard Lionheart dari Inggris.

Hendaklah diingat, bahwa Perang Salib adalah peperangan yang paling panjang dan dahsyat penuh kekejaman dan kebuasan dalam sejarah umat manusia, memakan korban ratusan ribu jiwa, di mana topan kefanatikan membabi buta dari Kristen Eropa menyerbu secara menggebu-gebu ke daerah Asia Barat yang Islam.

Seorang penulis Barat berkata, “Perang Salib merupakan salah satu bagian sejarah yang paling gila dalam riwayat kemanusiaan. Umat Nasrani menyerbu kaum Muslimin dalam ekspedisi bergelombang selama hampir tiga ratus tahun sehingga akhirnya berkat kegigihan umat Islam mereka mengalami kegagalan, berakibat kelelahan dan keputusasaan. Seluruh Eropa sering kehabisan manusia, daya dan dana serta mengalami kebangkrutan sosial, bila bukan kehancuran total. Berjuta-juta manusia yang tewas dalam medan perang, sedangkan bahaya kelaparan, penyakit dan segala bentuk malapetaka yang dapat dibayangkan berkecamuk sebagai noda yang melekat pada muka tentara Salib. Dunia Nasrani Barat saat itu memang dirangsang ke arah rasa fanatik agama yang membabi buta oleh Peter The Hermit dan para pengikutnya guna membebaskan tanah suci Palestina dari tangan kaum Muslimin”.

“Setiap cara dan jalan ditempuh”, kata Hallam guna membangkitkan kefanatikan itu. Selagi seorang tentara Salib masih menyandang lambang Salib, mereka berada di bawah lindungan gereja serta dibebaskan dari segala macam pajak dan juga untuk berbuat dosa.

Peter The Hermit sendiri memimpin gelombang serbuan yang kedua terdiri dari empat puluh ribu orang. Setelah mereka sampai ke kota Malleville mereka menebus kekalahan gelombang serbuan pertama dengan menghancurkan kota itu, membunuh tujuh ribu orang penduduknya yang tak bersalah, dan melampiaskan nafsu angkaranya dengan segala macam kekejaman yang tak terkendali. Gerombolan manusia fanatik yang menamakan dirinya tentara Salib itu mengubah tanah Hongaria dan Bulgaria menjadi daerah-daerah yang tandus.

“Bilamana mereka telah sampai ke Asia Kecil, mereka melakukan kejahatan-kejahatan dan kebuasan-kebuasan yang membuat alam semesta menggeletar” demikian tulis pengarang Perancis Michaud.

Gelombang serbuan tentara Salib ketiga yang dipimpin oeh seorang Rahib Jerman, menurut pengarang Gibbon terdiri dari sampah masyarakat Eropa yang paling rendah dan paling dungu. Bercampur dengan kefanatikan dan kedunguan mereka itu izin diberikan guna melakukan perampokan, perzinaan dan bermabuk-mabukan. Mereka melupakan Konstantin dan Darussalam dalam kemeriahan pesta cara gila-gilaan dan perampokan, pengrusakan dan pembunuhan yang merupakan peninggalan jelek dari mereka atas setiap daerah yang mereka lalui” kata Marbaid.

Gelombang serbuan tentara Salib keempat yang diambil dari Eropa Barat, menurut keterangan penulis Mill “terdiri dari gerombolan yang nekat dan ganas. Massa yang membabi buta itu menyerbu dengan segala keganasannya menjalankan pekerjaan rutinnya merampok dan membunuh. Tetapi akhirnya mereka dapat dihancurkan oleh tentara Hongaria yang naik pitam dan telah mengenal kegila-gilaan tentara Salib sebelumnya.

Tentara Salib telah mendapat sukses sementara dengan menguasai sebagian besar daerah Syria dan Palestina termasuk kota suci Yerusalem. Tetapi Kemenangan-kemenangan mereka ini telah disusul dengan keganasan dan pembunuhan terhadap kaum Muslimin yang tak bersalah yang melebihi kekejaman Jengis Khan dan Hulagu Khan.

John Stuart Mill ahli sejarah Inggris kenamaan, mengakui pembunuhan-pembunuhan massal penduduk Muslim ini pada waktu jatuhnya kota Antioch. Mill menulis: “Keluruhan usia lanjut, ketidakberdayaan anak-anak dan kelemahan kaum wanita tidak dihiraukan sama sekali oleh tentara Latin yang fanatik itu. Rumah kediaman tidak diakui sebagai tempat berlindung dan pandangan sebuah masjid merupakan pembangkit nafsu angkara untuk melakukan kekejaman. Tentara Salib menghancurleburkan kota-kota Syria, membunuh penduduknya dengan tangan dingin, dan membakar habis perbendaharaan kesenian dan ilmu pengetahuan yang sangat berharga, termasuk “Kutub Khanah” (Perpustakaan) Tripolis yang termasyhur itu. “Jalan raya penuh aliran darah, sehingga keganasan itu kehabisan tenaga,” kata Stuart Mill. Mereka yang cantik rupawan disisihkan untuk pasaran budak belian di Antioch. Tetapi yang tua dan yang lemah dikorbankan di atas panggung pembunuhan.

Lewat pertengahan abad ke-12 Masehi ketika tentara Salib mencapai puncak kemenangannya dan Kaisar Jerman, Perancis serta Richard Lionheart Raja Inggris telah turun ke medan pertempuran untuk turut merebut tanah suci Baitul Maqdis, gabungan tentara Salib ini disambut oleh Sultan Shalahuddin al Ayyubi (biasa disebut Saladin), seorang Panglima Besar Muslim yang menghalau kembali gelombang serbuan umat Nasrani yang datang untuk maksud menguasai tanah suci. Dia tidak saja sanggup untuk menghalau serbuan tentara Salib itu, akan tetapi yang dihadapi mereka sekarang ialah seorang yang berkemauan baja serta keberanian yang luar biasa yang sanggup menerima tantangan dari Nasrani Eropa.

Siapakah Shalahuddin? Bagaimana latar belakang kehidupannya?
Shalahuddin dilahirkan pada tahun 1137 Masehi. Pendidikan pertama diterimanya dari ayahnya sendiri yang namanya cukup tersohor, yakni Najamuddin al-Ayyubi. Di samping itu pamannya yang terkenal gagah berani juga memberi andil yang tidak kecil dalam membentuk kepribadian Shalahuddin, yakni Asaduddin Sherkoh. Kedua-duanya adalah pembantu dekat Raja Syria Nuruddin Mahmud.

Asaduddin Sherkoh, seorang jenderal yang gagah berani, adalah komandan Angkatan Perang Syria yang telah memukul mundur tentara Salib baik di Syria maupun di Mesir. Sherkoh memasuki Mesir dalam bulan Februari 1167 Masehi untuk menghadapi perlawanan Shawer seorang menteri khalifah Fathimiyah yang menggabungkan diri dengan tentara Perancis. Serbuan Sherkoh yang gagah berani itu serta kemenangan akhir yang direbutnya dari Babain atas gabungan tentara Perancis dan Mesir itu menurut Michaud memperlihatkan kehebatan strategi tentara yang bernilai ringgi.

Ibnu Aziz AI Athir menulis tentang serbuan panglima Sherkoh ini sebagai berikut: “Belum pernah sejarah mencatat suatu peristiwa yang lebih dahsyat dari penghancuran tentara gabungan Mesir dan Perancis dari pantai Mesir, oleh hanya seribu pasukan berkuda”.

Pada tanggal 8 Januari 1169 M Sherkoh sampai di Kairo dan diangkat oleh Khalifah Fathimiyah sebagai Menteri dan Panglima Angkatan Perang Mesir. Tetapi sayang, Sherkoh tidak ditakdirkan untuk lama menikmati hasil perjuangannya. Dua bulan setelah pengangkatannya itu, dia berpulang ke rahmatullah.

Sepeninggal Sherkoh, keponakannya Shalahuddin al-Ayyubi diangkat jadi Perdana Menteri Mesir. Tak seberapa lama ia telah disenangi oleh rakyat Mesir karena sifat-sifatnya yang pemurah dan adil bijaksana itu. Pada saat khalifah berpulang ke rahmatullah, Shalahuddin telah menjadi penguasa yang sesungguhnya di Mesir.

Di Syria, Nuruddin Mahmud yang termasyhur itu meninggal dunia pada tahun 1174 Masehi dan digantikan oleh putranya yang berumur 11 tahun bernama Malikus Saleh. Sultan muda ini diperalat oleh pejabat tinggi yang mengelilinginya terutama (khususnya) Gumushtagin. Shalahuddin mengirimkan utusan kepada Malikus Saleh dengan menawarkan jasa baktinya dan ketaatannya. Shalahuddin bahkan melanjutkan untuk menyebutkan nama raja itu dalam khotbah-khotbah Jumatnya dan mata uangnya. Tetapi segala macam bentuk perhatian ini tidak mendapat tanggapan dari raja muda itu berserta segenap pejabat di sekelilingnya yang penuh ambisi itu. Suasana yang meliputi kerajaan ini sekali lagi memberi angin kepada tentara Salib, yang selama ini dapat ditahan oleh Nuruddin Mahmud dan panglimanya yang gagah berani, Jenderal Sherkoh.

Atas nasihat Gumushtagin, Malikus Saleh mengundurkan diri ke kota Aleppo, dengan meninggalkan Damaskus diserbu oleh tentara Perancis. Tentara Salib dengan segera menduduki ibukota kerajaan itu, dan hanya bersedia untuk menghancurkan kota itu setelah menerima uang tebusan yang sangat besar. Peristiwa itu menimbulkan amarah Shalahuddin al-Ayyubi yang segera ke Damaskus dengan suatu pasukan yang kecil dan merebut kembali kota itu.

Setelah ia berhasil menduduki Damaskus dia tidak terus memasuki istana rajanya Nuruddin Mahmud, melainkan bertempat di rumah orang tuanya. Umat Islam sebaliknya sangat kecewa akan tingkah laku Malikus Saleh. dan mengajukan tuntutan kepada Shalahuddin untuk memerintah daerah mereka. Tetapi Shalahuddin hanya mau memerintah atas nama raja muda Malikus Saleh. Ketika Malikus Saleh meninggal dunia pada tahun 1182 Masehi, kekuasaan Shalahuddin telah diakui oleh semua raja-raja di Asia Barat.

Diadakanlah gencatan senjata antara Sultan Shalahuddin dan tentara Perancis di Palestina, tetapi menurut ahli sejarah Perancis Michaud: “Kaum Muslimin memegang teguh perjanjiannya, sedangkan golongan Nasrani memberi isyarat untuk memulai lagi peperangan.” Berlawanan dengan syarat-syarat gencatan senjata, penguasa Nasrani Renanud atau Reginald dari Castillon menyerang suatu kafilah Muslim yang lewat di dekat istananya, membunuh sejumlah anggotanya dan merampas harta bendanya.

Lantaran peristiwa itu Sultan sekarang bebas untuk bertindak. Dengan siasat perang yang tangkas Sultan Shalahuddin mengurung pasukan musuh yang kuat itu di dekat bukit Hittin pada tahun 1187 M serta menghancurkannya dengan kerugian yang amat besar. Sultan tidak memberikan kesempatan lagi kepada tentara Nasrani untuk menyusun kekuatan kembali dan melanjutkan serangannya setelah kemenangan di bukit Hittin. Dalam waktu yang sangat singkat dia telah dapat merebut kembali sejumlah kota yang diduduki kaum Nasrani, termasuk kota-kota Naplus, Jericho, Ramlah, Caosorea, Arsuf, Jaffa dan Beirut. Demikian juga Ascalon telah dapat diduduki Shalahuddin sehabis pertempuran yang singkat yang diselesaikan dengan syarat-syarat yang sangat ringan oleh Sultan yang berhati mulia itu.

Sekarang Shalahuddin menghadapkan perhatian sepenuhnya terhadap kota Jerusalem yang diduduki tentara Salib dengan kekuatan melebihi enam puluh ribu prajurit. Ternyata tentara salib ini tidak sanggup menahan serbuan pasukan Sultan dan menyerah pada tahun 1193. Sikap penuh perikemanusiaan Sultan Shalahuddin dalam memperlakukan tentara Nasrani itu merupakan suatu gambaran yang berbeda seperti langit dan bumi, dengan perlakuan dan pembunuhan secara besar-besaran yang dialami kaum Muslimin ketika dikalahkan oleh tentara Salib sekitar satu abad sebelumnya.

Menurut penuturan ahli sejarah Michaud, pada waktu Jerusalem direbut oleh tentara Salib pada tahun 1099 Masehi, kaum Muslimin dibunuh secara besar-besaran di jalan-jalan raya dan di rumah-rumah kediaman. Jerusalem tidak memiliki tempat berlindung bagi umat Islam yang menderita kekalahan itu. Ada yang melarikan diri dari cengkeraman musuh dengan menjatuhkan diri dari tembok-tembok yang tinggi, ada yang lari masuk istana, menara-menara, dan tak kurang pula yang masuk masjid. Tetapi mereka tidak terlepas dari kejaran tentara Salib. Tentara Salib yang menduduki masjid Umar di mana kaum Muslimin dapat bertahan untuk waktu yang singkat. mengulangl lagi tindakan-tindakan yang penuh kekejaman. Pasukan infanteri dan kavaleri menyerbu kaum pengungsi yang lari tunggang langgang. Di tengah-tengah kekacaubalauan kaum peenyerbu itu yang terdengar hanyalah erangan dan teriakan maut. Pahlawan Salib yang berjasa itu berjalan menginjak-injak tumpukan mayat Muslimin, mengejar mereka yang masih berusaha dengan sia-sia melarikan diri. Raymond d’ Angiles yang menyaksikan peristiwa itu mengatakan bahwa di serambi masjid mengalir darah sampai setinggi lutut, dan sampai ke tali tukang kuda prajurit.

Penyembelihan manusia biadab ini berhenti sejenak, ketika tentara Salib berkumpul untuk melakukan misa syukur atas kemenangan yang telah mereka peroleh. Tetapi setelah beribadah itu, mereka melanjutkan kebiadaban dengan keganasan. Semua tawanan kata Michaud, yang tertolong nasibnya karena kelelahan tentara Salib yang semula tertolong karena mengharapkan diganti dengan uang tebusan yang besar, semua dibunuh dengan tanpa ampun. Kaum Muslimin terpaksa menjatuhkan diri mereka dari menara dan rumah kediaman; mereka dibakar hidup-hidup, mereka diseret dari tempat persembunyiannya di bawah tanah; mereka dipancing dari tempat perlindungannya agar keluar untuk dibunuh di atas timbunan mayat.

Cucuran air mata kaum wanita, pekikan anak-anak yang tak bersalah, bahkan juga kenangan dari tempat di mana Nabi lsa memaafkan algojo-algojonya, tidak dapat meredakan nafsu angkara tentara yang menang itu. Penyembelihan kejam itu berlangsung selama seminggu. Dan sejumlah kecil yang dapat melarikan diri dari pembunuhan jatuh menjadi budak yang hina dina.

Seorang ahli sejarah Barat, Mill menambahkan pula: Telah diputuskan, bahwa kaum Muslimin tidak boleh diberi ampun. Rakyat yang ditaklukkan oleh karena itu harus diseret ke tempat-tempat umum untuk dibunuh hidup-hidup. Ibu-ibu dengan anak yang melengket pada buah dadanya, anak-anak laki-laki dan perempuan, seluruhnya disembelih. Lapangan-Iapangan kota, jalan-jalan raya, bahkan pelosok-pelosok Jerusalem yang sepi telah dipenuhi oleh bangkai-bangkai mayat laki-laki dan perempuan, dan anggota tubuh anak-anak. Tiada hati yang menaruh belas kasih atau teringat untuk berbuat kebajikan.

Demikianlah rangkaian riwayat pembantaian secara masal kaum Muslimin di Jerusalem sekira satu abad sebelum Sultan Shalahuddin merebut kembali kota suci, di mana lebih dari tujuh puluh ribu umat Islam yang tewas.

Sebaliknya, ketika Sultan Shalahuddin merebut kembali kota Jerusalem pada tahun 1193 M, dia memberi pengampunan umum kepada penduduk Nasrani untuk tinggal di kota itu. Hanya para prajurit Salib yang diharuskan meninggalkan kota dengan pembayaran uang tebusan yang ringan. Bahkan sering terjadi bahwa Sultan Shalahuddin yang mengeluarkan uang tebusan itu dari kantongnya sendiri dan diberikannya pula kemudian alat pengangkutan. Sejumlah kaum wanita Nasrani dengan mendukung anak-anak mereka datang menjumpai Sultan dengan penuh tangis seraya berkata: Tuan saksikan kami berjalan kaki, para istri serta anak-anak perempuan para prajurit yang telah menjadi tawanan Tuan, kami ingin meninggalkan negeri ini untuk selama-lamanya. Para prajurit itu adalah tumpuan hidup kami. Bila kami kehilangan mereka akan hilang pulalah harapan kami. Bilamana Tuan serahkan mereka kepada kami mereka akan dapat meringankan penderitaan kami dan kami akan mempunyai sandaran hidup.

Sultan Shalahuddin sangat tergerak hatinya dengan permohonan mereka itu dan dibebaskannya para suami kaum wanita Nasrani itu. Mereka yang berangkat meninggalkan kota, diperkenankan membawa seluruh harta bendanya. Sikap dan tindakan Sultan Shalahuddin yang penuh kemanusiaan serta dari jiwa yang mulia ini memperlihatkan suasana kontras yang sangat mencolok dengan penyembelihan kaum Muslimin di kota Jerusalem dalam tangan tentara Salib satu abad sebe1umnya. Para komandan pasukan tentara Shalahuddin saling berlomba dalam memberikan pertolongan kepada tentara Salib yang telah dikalahkan itu.

Para pelarian Nasrani dari kota Jerusalem itu tidaklah mendapat perlindungan oleh kota-kota yang dikuasai kaum Nasrani. Banyak kaum Nasrani yang meninggalkan Jerusalem, kata Mill, pergi menuju Antioch, tetapi panglima Nasrani Bohcmond tidak saja menolak memberikan perlindungan kepada mcreka, bahkan merampasi harta benda mereka. Maka pergilah mereka menuju ke tanah kaum Muslimin dan diterima di sana dengan baik. Michaud mcmberikan keterangan yang panjang lebar tentang sikap kaum Nasrani yang tak berperikemanusiaan ini terhadap para pelarian Nasrani dari Jerusalem. Tripoli menutup pintu kotanya dari pengungsi ini, kata Michaud. Seorang wanita karena putus asa melemparkan anak bayinya ke dalam laut sambil menyumpahi kaum Nasrani yang menolak untuk memberikan pertolongan kepadanya, kata Michaud. Sebaliknya Sultan Shalahuddin bersikap penuh timbang rasa terhadap kaum Nasrani yang ditaklukkan itu. Sebagai pertimbangan terhadap perasaan mereka, dia tidak memasuki Jerusalem sebelum mereka meninggalkannya.

Dari Jerusalem Sultan Shalahuddin mengarahkan pasukannya ke kota Tyre, di mana tentara Salib yang tidak tahu berterima kasih terhadap Sultan Shalahuddin yang telah mengampuninya di Jerusalem, menyusun kekuatan kembali untuk melawan Sultan. Sultan Shalahuddin menaklukkan sejumlah kota yang diduduki oleh tentara Salib di pinggir pantai, termasuk kota Laodicea, Jabala, Saihun, Becas, dan Debersak. Sultan telah melepas hulu balang Perancis bernama Guy de Lusignan dengan perjanjian, bahwa dia harus segera pulang ke Eropa. Tetapi tidak lama setelah pangeran Nasrani yang tak tahu berterima kasih ini mendapatkan kebebasannya, dia mengingkari janjinya dan mengumpulkan suatu pasukan yang cukup besar dan mengepung kota Ptolemais.

Jatuhnya Jerusalem ke tangan kaum Muslimin menimbulkan kegusaran besar di kalangan dunia Nasrani. Sehingga mereka segera mengirimkan bala bantuan dari seluruh pelosok Eropa. Kaisar Jerman dan Perancis serta raja Inggris Richard Lion Heart segera berangkat dengan pasukan yang besar untuk merebut tanah suci dari tangan kaum Muslimin. Mereka mengepung kota Akkra yang tidak dapat direbut selama berapa bulan. Dalam sejumlah pertempuran terbuka, tentara Salib mengalami kekalahan dengan meninggalkan korban yang cukup besar.
Sekarang yang harus dihadapi Sultan Shalahuddin ialah berupa pasukan gabungan dari Eropa. Bala bantuan tentara Salib mengalir ke arah kota suci tanpa putus-putusnya, dan sungguh pun kekalahan dialami mereka secara bertubi-tubi, namun demikian tentara Salib ini jumlah semakin besar juga. Kota Akkra yang dibela tentara Islam berbulan-bulan lamanya menghadapi tentara pilihan dari Eropa, akhirnya karena kehabisan bahan makanan terpaksa menyerah kepada musuh dengan syarat yang disetujui bersama secara khidmat, bahwa tidak akan dilakukan pembunuhan-pembunuhan dan bahwa mereka diharuskan membayar uang tebusan sejumlah 200.000 emas kepada pimpinan pasukan Salib. Karena kelambatan dalam suatu penyelesaian uang tebusan ini, Raja Richard Lionheart menyuruh membunuh kaum Muslimin yang tak berdaya itu dengan dan hati yang dingin di hadapan pandangan mata saudara sesama kaum Muslimin.

Perilaku Raja Inggris ini tentu saja sangat menusuk perasaan hati Sultan Shalahuddin. Dia bernadzar untuk menuntut bela atas darah kaum Muslimin yang tak bersalah itu. Dalam pertempuran yang berkecamuk sepanjang 150 mil garis pantai, Sultan Shalahuddin memberikan pukulan-pukulan yang berat terhadap tentara Salib.

Akhirnya Raja Inggris yang berhati singa itu mengajukan permintaan damai yang diterima oleh Sultan. Raja itu merasakan bahwa yang dihadapinya adalah seorang yang berkemauan baja dan tenaga yang tak terbatas serta menyadari betapa sia-sianya melanjutkan perjuangan terhadap orang yang demikian itu. Dalam bulan September 1192 Masehi dibuatlah perjanjian perdamaian. Tentara Salib itu meninggalkan tanah suci dengan ransel dengan barang-barangnya kembali menuju Eropa.

“Berakhirlah dengan demikian serbuan tentara Salib itu” tulis Michaud “di mana gabungan pasukan pilihan dari Barat merebut kemenangan tidak lebih daripada kejatuhan kota Akkra dan kehancuran kota Askalon. Dalam pertempuran itu Jerman kehilangan seorang kaisarnya yang besar beserta kehancuran tentara pilihannya. Lebih dari enam ratus ribu orang pasukan Salib mendarat di depan kota Akkra dan yang kembali pulang ke negerinya tidak lebih dari seratus ribu orang. Dapatlah dipahami mengapa Eropa dengan penuh kesedihan menerima hasil perjuangan tentara Salib itu, oleh karena yang turut dalam pertempuran terakhir adalah tentara pilihan. Bunga kesatria Barat yang menjadi kebanggaan Eropa telah turut dalam pertempuran ini.

Sultan Shalahuddin mengakhiri sisa-sisa hidupnya dengan kegiatan-kegiatan bagi kesejahteraan masyarakat dengan membangun rumah sakit, sekolah-sekolah, perguruan-perguruan tinggi serta masjid-masjid di seluruh daerah yang diperintahnya.

Tetapi sayang, dia tidaklah ditakdirkan untuk lama merasakan nikmat perdamaian. Beberapa bulan kemudian dia pulang ke rahmatullah pada tanggal 4 Maret tahun 1193. “Hari itu merupakan hari musibah besar, yang belum pernah dirasakan oleh dunia Islam dan kaum Muslimin, semenjak mereka kehilangan Khulafa Ar-Rasyidin” demikian tulis seorang penulis Islam. Kalangan Istana seluruh daerah kerajaan berikut seluruh umat Islam tenggelam dalam lautan duka nestapa. Seluruh isi kota mengikuti usungan jenazahnya ke kuburan dengan penuh kesedihan dan tangisan.

Demikianlah berakhirnya kehidupan Sultan Shalahuddin, seorang raja yang sangat dalam perikemanusiaannya dan tak ada tolok bandingannya, jiwa kepahlawanan yang dimilikinya dalam sejarah kemanusiaan. Dalam pribadinya, Allah telah melimpahkan hati seorang Muslim yang penuh kasih sayang terhadap kemanusiaan dicampur dengan sangat harmonis dengan keperkasaan seorang genius dalam medan pertempuran. Utusan yang menyampaikan berita kematiannnya itu ke Baghdad membawa serta baju perangnya, kudanya, uang sebanyak satu dinar dan 36 dirham sebagai milik pribadinya yang masih ketinggalan. Orang yang hidup satu zaman dengannya, serta segenap ahli sejarah sama sependapat bahwa Sultan Shalahuddin adalah seorang yang sangat lemah lembut hatinya, ramah tamah, sabar, seorang sahabat yang baik dari kaum cendekiawan dan golongan ulama yang diperlakukannya dengan rasa hormat yang mendalam serta dengan penuh kebajikan. “Di Eropa” tulis Philip K Hitti, dia telah menyentuh alam khayalan para penyanyi maupun para penulis novel zaman sekarang, dan masih tetap dinilai sebagai suri teladan kaum kesatria.

Semoga Allah melapangkan kuburnya…Amiin

Disarikan dari:
1. Shalahuddin al-Ayyubi, oleh Kwaja Jamil Ahmad (Lihat: Suara Masjid No. 91, Jumadil Akhir-Rajab 1402 H/April 1982 M)
2. The Preaching of Islam, oleh Thomas W. Arnold.
NB:
- “Shalahuddin”, kadang ditulis dengan ejaan: Saladin (biasanya oleh Barat), Sholahuddin, atau Salahuddin.
- Saat ini, sineas Barat sedang membuat film berjudul “Kingdom of Heaven”. Film tersebut, terlepas benar atau tidaknya isi cerita, berkaitan dengan tokoh Shalahuddin ini.

SUMBER: http://www.hudzaifah.org/

Kerajaan Majapahit Adalah Kerajaan Islam


Seorang sejarawan pernah berujar bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi pembuatnya. Barangkali ini pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada di negara yang kini disebut Indonesia. Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup sebagian besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara.

Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan Mojokerto ini. Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra yang kini dkenal Indonesia. Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut. 
 
Pemahaman sejarah tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara ‘jujur’ akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.

‘Kegelisahan’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakta-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’.

Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Sejarah Majapahit yang dikenal selama ini di kalangan masyarakat adalah sejarah yang disesuaikan untuk kepentingan penjajah (Belanda) yang ingin terus bercokol di kepulauan Nusantara.

Akibatnya, sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kawasan ini dibuat untuk kepentingan tersebut. Hal ini dapat pula dianalogikan dengan sejarah mengenai PKI. Sejarah berkaitan dengan partai komunis ini yang dibuat dimasa Orde Baru tentu berbeda dengan sejarah PKI yang dibuat di era Orde Lama dan bahkan era reformasi saat ini. Hal ini karena berkaitan dengan kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah tersebut.

Dalam konteks Majapahit, Belanda berkepentingan untuk menguasai Nusantara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Untuk itu, diciptakanlah pemahaman bahwa Majapahit yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia adalah kerajaan Hindu dan Islam masuk ke Nusantara belakangan dengan mendobrak tatanan yang sudah berkembang dan ada dalam masyarakat.

Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan Majpahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit adalah sebagai berikut:

1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata Tauhid.


2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.

3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini.

Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol Islam.

4. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran sufi, sedangkan neneknya adalah seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi bukan lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah seorang penganut Hindu.

Bahasa Sanskerta di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono di Solo.

Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian, penulisanGajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’.

Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan ‘LaIlaha Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.

5. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Akibatnya, Timur Tengah berada dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu.

Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari TimurTengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara (Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranak pinak di tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa beragam kerajaanNusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.

Inilah beberapa bukti dari fakta dan data yang mengungkapkan bahwa sesungguhnya Majapahit adalah Kesultanan Islam yang berkuasa di sebagian besar kawasan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara ini. Sekali lagi terbukti bahwa sejarah itu adalah versi, tergantung untuk apa sejarahitu dibuat dan tentunya terkandung di dalamnya beragam kepentingan.Wallahu A’lam Bishshawab. Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui.

Galliani Sambut Hangat Balotelli

Tanpa Inzaghi, Milan Kejar Bianchi

MILAN — AC Milan merasakan betul bagaimana kehilangan striker sekaliber Filippo Inzaghi. Karena Inzaghi cedera, kini Milan mengincar striker Torino, Rolando Bianchi.
Inzaghi mengalami cedera serius pada lutut setelah menggantikan Alexandre Pato dalam duel versus Palermo, pekan lalu. Akibatnya, pemain berusia 37 tahun itu harus menjalani operasi dan bakal absen hingga akhir musim.
Tanpa "Super Pippo", ketajaman lini depan Milan dipertaruhkan sebab, awal musim ini, "I Rossoneri" telanjur meminjamkan striker Marco Borriello dan menjual Klaas-Jan Huntelaar. Pato juga sedang istirahat untuk memulihkan cederanya meskipun sudah pasti kembali mulai Januari nanti. Kini Milan dikabarkan tengah mencari pengganti Pippo.
Upaya Milan untuk menggaet Amauri dari Juventus tidak berjalan mulus. Juve baru bisa melepas striker asal Brasil itu jika mereka sudah memiliki pemain pengganti pada Januari nanti. Milan juga disebut-sebut sedang mengejar Diego Forlan dan Karim Benzema. Ini pun tampaknya gagal karena Atletico Madrid tidak berniat menjual Forlan, sementara Benzema ingin bertahan di Real Madrid.
Mau tak mau, "I Diavolo Rosso" mencari pemain lain dan pilihan jatuh pada Bianchi. Pemain ini konon sudah diincar Milan sejak tiga tahun lalu. Mantan pemain Manchester City dan Lazio itu menjadi mesin gol bagi Torino. Musim lalu, pemain 26 tahun itu mencetak 26 gol di Serie B.

Galliani Sambut Hangat Balotelli

MILAN – Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani kembali membantah isu bahwa I Rossonerri tengah menyusun rencana untuk mendatangkan penyerang flamboyan milik Manchester City, Mario Balotelli pada bursa transfer musim dingin nanti.
Seperti diketahui, di pasar jual-beli pemain musim panas lalu, Balotelli memang diisukan akan menyebrang ke rival sekota Milan, Inter Milan. Tapi kenyataanya, pemain yang terkenal Bengal itu akhirnya memilih merantau ke dataran Inggris untuk memperkuat City.
Kendati demikian, Galliani masih membuka pintu lebar-lebar bagi Balotelli seandainya pemain keturunan Ghana ini ingin kembali mentas di Negeri Pizza. “Saya tidak pernah tahu, dia (Balotelli) bisa bersama kami atau tidak. Tapi ketika kami berjumpa Balotelli, kami akan mengucapkan halo kepadanya.
Namun bayangan itu tidak pernah terlintas dalam benak kami sekarang,” kata Galliani seperti dikutip Calciomercato.it, Senin (15/11/2010). Ketika ditanya apakah Milan bersedia mendatangkan Super Mario ke San Siro, Januari mendatang, Galliani menjawab. “Asumsi itu tidak ada dalam pikiran kami,” katanya singkat.

Buffon Sebut Milan Pantas Dapat Scudetto

TURIN - Kemenangan atas Inter Milan akhir pekan lalu membuat AC Milan memperpanjang masa mereka di puncak klasemen. Gianluigi Buffon langsung menyebut, Milan pantas meraih Scudetto.
Usai menang 1-0 atas Inter di Derby della Madonnina, Milan kini memimpin klasemen Seri A dengan koleksi nilai 26 atau unggul satu angka atas Lazio. Sementara Inter sendiri terdampar di urutan lima, tertinggal enam poin dari Rossoneri. Kemenangan tersebut juga menjadi kemenangan ketujuh dalam delapan laga terakhir di Seri A.
Satu-satunya hasil jelek dalam delapan pekan tersebut adalah ketika ditaklukkan Juventus 1-2 di San Siro. Kendati demikian, Buffon, yang notabene adalah kiper Juve, justru menjagokan Milan. Kiper berusia 32 tahun itu membandingkan performa Milan dengan klubnya. Ia meyebut, andai Bianconeri finis tiga angka di belakang Milan, maka itu sudah bagus.
"Milan adalah favorit besar untuk Scudetto," ujarnya di Football Italia. "Jika kami mengakhiri musim dengan tiga atau empat angka di belakang mereka, maka kami bisa menyebut bahwa musim kami sudah sukses."
"Jika kami finis dengan tertinggal 18 poin, maka jelas sudah, kami belum memperkecil jarak dengan rival-rival kami," tukasnya. Seri A baru berjalan 12 pekan, masih ada sisa 26 pekan lagi untuk membuktikan apakah ucapan Buffon benar atau tidak.

Ibra Memang Pemain Super

MILAN - Defender AC Milan, Alessandro Nesta, menilai pembelian Zlatan Ibrahimovic sangat vital bagi Milan untuk meraih scudetto. Menurut Nesta, Ibra merupakan pemain super yang dapat membantu Milan merajai Serie-A untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir.
Ibra membuat kejutan dengan pindah ke Milan dari Barcelona, di akhir bursa transfer lalu. Kejutan bertambah karena pemain internasional Swedia itu tak membutuhkan waktu lama beradaptasi. Total, Ibra telah membela Milan dalam 11 pertandingan dengan torehan 6 gol dan empat asisst. Ia langsung menyumbangkan gol-gol dan asisst penting untuk timnya.
Alhasil, "I Diavolo Rosso" kini duduk nyaman di singgasana Serie-A dengan 26 poin, unggul enam angka dari jawara bertahan, Inter Milan. "Dia adalah pemain yang penting bagi kami. Dia bisa menahan bola, banyak berlari sekaligus memberi tekanan kepada pemain belakang lawan. Dia benar-benar pemain yang bagus," puji Nesta kepada Ibra.
Pujian kepada Ibra juga datang dari Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani. Menurut pria plontos itu, kedatangan Ibra telah membuat peluang Milan berjaya di Serie-A membesar. "Kami mulai berjuang untuk kembali meraih scudetto pada bulan Agustus ketika Zlatan Ibrahimovic dan Robinho datang. Setelah melakukan penambahan pemain ini, kami diwajibkan untuk memperjuangkan scudetto," ujar Galliani.
 

Senin, 15 November 2010

ACMILAN Menangi Derby Kota Milan

Milan Pantas Menang'
AC Milan berhasil memenangi Derby della Madoninna usai mengalahkan rival sekotanya Inter Milan dengan skor tipis. Massimiliano Allegri menilai skuadnya memang pantas mendapat kemenangan ini.

Penalti Zlatan Ibrahimovic di menit kelima menghasilkan tiga angka buat Milan. Gol tersebut adalah satu-satunya gol dalam pertandingan yang digelar di San Siro, dinihari tadi. Milan bermain dengan 10 orang dalam setengah jam terakhir sejak Ignacio Abate di-espulso di menit 60 karena bersitegang dengan Goran Pandev.Meski demikian Milan mampu menahan serangan Inter dan sukses mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir.

"Itu tadi adalah pernampilan yang hebat dan kami memulai laga dengan bagus, menekan Inter. Kami bisa menahannya dan punya sebelas pemain di atas lapangan, bertahan dengan baik dan itu adalah kemenangan yang pantas," ungkap Allegri di Football-Italia."Ada momen di mana kami punya peluang untuk mencetak gol kedua tapi kami mulai menurunkan tempo dan pemain kelelahan. Saya suka penampilan tim saya dan di atas semua itu, Milan tampil solid. Ini adalah kemenangan yang penting, terutama sebuah kemenangan di derby bisa mengangkat harga diri tim," pungkas dia.

Milan memang memenangi derby kali ini.
Ibra Luar Biasa Senang jadi Penentu

Zlatan Ibrahimovic sangat bahagia mampu membuktikan dirinya sebagai penentu kemenangan AC Milan atas rival sekotanya Inter Milan.

Ibrahimovic sangat memuji etos kerja tim Milan, dan menegaskan bahwa Inter belum keluar dari kompetitor peraih Scudetto dan minta maaf pada Marco Materazzi.

"Kemenangan hebat ini datang dari penampilan yang sempurna, khususnya di babak kedua ketika satu pemain harus keluar. Tim bermain dengan kerja keras, hati, dan pengorbanan," ujarnya setelah kemenangan 1-0 di Derby della Madonnina/

Ibra mendapatkan dan mengkorversikan penalti yang menentukan setelah pertaandingan baru dimulai lima menit.

"Kami katakan bahra kami adalah tim dan bermain dengan cara yang kami tahu. Kami mengkreasikan banyak peluand di 20 menit pertama, dan seharusnya dapat mencetak dua gol tambahan."

Pemain asal Swedia itu juga terlibat insiden dengan Materazzi, yang terpaksa digotong keluar lapangan karena benturan di kepala.

"Aku tidak sengaja. Aku berusaha meraih bola, namun dia ada di sana juga, dan kami berdua bertabrakan. Aku minta maaf dan kejadian ini biasa di sepak bola."

Ancelotti: Forza Milan

MILAN - Manajer Chelsea, Carlo Ancelotti, akan menyaksikan "Derby della Madonnina" antara AC Milan lawan Inter Milan, Minggu (14/11/2010), meski lewat televisi. Sebagai mantan pemain dan pelatih Milan, dia mendukung tim itu mengalahkan Inter.
Ancelotti melatih Milan selama delapan tahun. Dia juga bekas gelandang Milan pada era 1980-an. "Saya masih tetap Milanisti di jiwa saya. Maka, saya berharap Milan menang," katanya kepada RAI Sport. Ancelotti juga mengomentari Inter Milan yang perjalanannya kurang lancar di musim ini.
Namun, dia tak sepenuhnya menyalahkan pelatih Rafael Benitez. "Benitez harus menghadapi masalah cedera pemain yang jumlahnya cukup banyak. Itu tak menguntungkannya. Mengganti posisi Jose Mourinho bukan pekerjaan yang mudah, karena dia telah memenangkan segalanya bersama Inter," terang Ancelotti.

Inzaghi: Terima Kasih, Fans!

MILAN - Striker veteran AC Milan Filippo Inzaghi menyampaikan ucapan terima kasih kepada fans Rossoneri yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap dirinya selama menjalani perawatan cedera.
Inzaghi akan absen di hingga akhir musim 2010/11 akibat menderita cedera ligamen. Sebagai bentuk dukungan moril, fans Milan menyampaikan pesan simpatiknya melalui laman resmi klub.
Atas sikap para fans itu, Inzaghi pun langsung menyampaikan ucapan terima kasihnya di laman serupa. “Semalam saya membaca di laman Milan semua pesan yang ditujukan untuk saya,” tulis Inzaghi.
“Saya ucapkan terima kasih satu per satu kepada fans, dan juga kepada penulis yang mungkin ucapannya belum dipublikasikan, karena terbatasnya ruang.” “Sekali lagi, saya melihat rasa cinta di sekeliling saya telah memberikan saya kekuatan. Terima kasih banyak.”